Postingan

Orang Yang Tertawa Berbuat Dosa Akan Dimasukkan Kedalam Neraka Dalam Keadaan Menangis

KITAB NASHAIHUL IBAD (Kajian 22) Karya Syaikh Nawawi Al Bantani ۝ ORANG YANG TERTAWA BERBUAT DOSA AKAN DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA DALAM KEADAAN MENANGIS ۝ بسم الله الرحمن الرحيم قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَی (وَ) الْمَقَالَةُ الْعَاشِرَةُ  Dan makalah yang ke 10 : (عَنْ بَعْضِ الزُّهَادِ) وَهُمُ الَّذِيْنَ احْتَقَرُوْا الدُّنْيَا وَلَمْ يُبَالُوْا بِهَا بَلْ أَخَذُوْا مِنْهَا قَدْرَ ضَرُوَرِتِهِمْ  Dari sebagian ulama zuhud, mereka adalah orang-orang yang memandang cela perhiasan dunia dan mereka tidak menaruh perhatian kepada dunia, bahkan mereka hanya mengambil perkara dunia dengan kadar darurat mereka : (مَنْ أَذْنَبَ ذَنْبًا) أَيْ تَحَمَّلَهُ (وَهُوَ يَضْحَكُ)  Barang siapa yang melakukan perbuatan dosa. Maksudnya menanggung beban dosa, dan dia tertawa, أي وَالْحَالُ أَنَّهُ يَفْرَحُ بِتَحَمُّلِهِ  maksudnya, dan keadaannya bahagia menanggung dosa itu. (فَإِنَّ اللهَ تَعَالَی يُدْخِلُهُ النَّارَ وَهُوَ يَبْكَی)  Maka sesungguhnya Allah ta'ala ak...

Syahwat Bisa Menjadikan Raja Menjadi Budak

KITAB NASHAIHUL IBAD (Bagian 29) Karya Syaikh Nawawi Al Bantani ۝ SYAHWAT BISA MENJADIKAN RAJA MENJADI BUDAK ۝ بسم الله الرحمن الرحيم قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَی (وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةُ عَشَرَةً  Dan makalah yang ke 16 : (قِيْلَ إِنَّ الشَّهْوَةَ تُصَيِّرُ الْمُلُوِْكَ عَبِيْدًا) فَإِنَّ مَنْ أَحَبَّ شَيْءً فَهُوَ عَبْدُهُ  Dikatakan sebagian ulama : Sesungguhnya syahwat itu bisa menjadikan raja-raja menjadi seorang budak. (maksudnya) Sesungguhnya barang siapa mencintai sesuatu maka dia adalah budaknya. (وَالصَّبْرُ يُصَيِّرُ الْعَبِيْدَ مُلُوْكًا) لِأَنَّ الْعَبْدَ بِصَبْرِهِ يَنَالُ مَا يُرِيْدُ  Dan sabar bisa menjadikan seorang budak menjadi raja-raja, karena seorang budak dengan kesabarannya dapat mendapatkan apa yang ia kehendaki. (أَلَا تَرَی) أَيْ أَلَا يَصِلُ عِلْمُكَ (إِلَی) قِصَّةِ سَيِّدِنَا الْكَرِيْمِ ابْنِ الْكَرِيْمِ ابْنِ الْكَرِيْمِ ابنِ الْكَرِيْمِ (يُوْسُفَ) الصَّدِيْقِ ابْن يَعْقُوْبِ الَصَّبُوْرِ ابْنِ إِسْحَاقِ الْحَلِيْمِ ابْن...

Hikmah Satu Lisan

KITAB NASHAIHUL IBAD (Bagian 28) Karya Syaikh Nawawi Al Bantani ۝ HIKMAH SATU LISAN ۝ بسم الله الرحمن الرحيم قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَی قِيْلَ  Diakatakan sebagian ulama : الْحِكْمَةُ فِيْ أَنَّ اللِّسَانَ وَاحِدٌ تَنْبِيْهٌ لِلْعَبْدِ فِيْ أَنَّهُ لَا يَنْبَغِي أَنْ يَتَكَلَّمَ إِلَّا فِيْمَا يَهِمُّهُ وَفِيْ خَيْرٍ.  Hikmah di dalam satu lisan adalah peringatan bagi seorang hamba bahwa seyogyanya tidak berbicara kecuali di dalam perkara yang penting dan di dalam kebaikan وَقِيْلَ  Dan dikatakan sebagian ulama : لِأَنَّ اللِّسَانَ الذَّاكِرُ بِكُلِّ لُغَاتٍ كَانَ ذِكْرُهُ لِلْمَذْكُوْرِ الْوَاحِدِ وَهُوَ اللهُ تَعَالَی وَكَذَلِكَ الْقَلْبُ بِخِلَافِ نَحْوِ الْعَيْنِ وَالْأُذُنِ فَإِنَّهُ يَتَعَدَّدُ  Karena lisan adalah yang berdzikir dengan semua bahasa, dan dzikirnya bagi dzat yang satu yaitu Allah ta'ala, sama halnya dengan yang demikian hati, lain halnya semisal mata dan telinga, keduanya lebih dari satu. قِيْلَ لِأَنَّ الْحَاجَةَ إِلَی السَّمْع...

Telah Nampak Kerusakan Di Darat Dan Di Laut

KITAB NASHAIHUL IBAD (Bagian 27) Karya Syaikh Nawawi Al Bantani ۝ TELAH NAMPAK KERUSAKAN DI DARAT DAN DI LAUT ۝ بسم الله الرحمن الرحيم قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَی (وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ عَشَرَةً Dan makalah ke 15 :  (عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِيْ قَوْلِهِ تَعَالَی :  Dari Abu Bakar As Shiddiq radhiallahu 'anhu tentang firman Allah ta'ala :  ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ [الرُّوْم : ٤١]  Telah nampak kerusakan di darat dan di laut قَالَ) أَيْ أَبُوْ بَكْرٍ فِيْ تَفْسِيْرِ ذَلِكَ Telah berkata, maksudnya Abu Bakar As Shiddiq tentang tafsir ayat demikian.  (الْبَرُّ هُوَ اللِّسَانُ وَالْبَحْرُ هُوَ الْقَلْبُ فَإِذَا فَسَادَ اللِّسَانُ) ِبِسَبٍّ مَثَلًا (بَكَتْ عَلَيْهِ النُّفوْسُ) أَيْ الْأَشْخَاصُ مِنْ بَنِيْ آدَمَ  Daratan adalah lisan, sedangkan lautan adalah hati, apabika lisan rusak, dengan sebab perkataan kotor misalkan, maka menangis terhadapnya An Nufus, maksudnya orang-orang dari anak Adam....

Nafsu Amarah Dan Nafsu Lawamah

KITAB NASHAIHUL IBAD (Bagian 26) Karya Syaikh Nawawi Al Bantani ۝ NAFSU AMARAH DAN NAFSU LAWAMAH ۝ بسم الله الرحمن الرحيم قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَی (وَ) الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةُ عَشَرَةً  Dan makalah yang ke 14 : (عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ) أَيْ أَطْبَاءِ الْقُلُوْبِ وَهُمْ الأَوْلِيَاءُ  Dari sebagian para hukama, maksudnya para tabib hati, dan mereka adalah para waliyullah : (وَمَنْ تَوَهَّمَ أَنَّ لَهُ وَلِيًّا أَوْلَی مِنَ اللهِ قَلَّتْ مَعْرِفَتُهُ بِاللهِ)  Barang siapa mengira ada penolong baginya yang lebih baik dari Allah, maka sedikit pengetahuannya tentang Allah. وَالْمَعْنَی مَنْ ظَنَّ أَنَّ لَهُ نَاصِرًا أَقْرَبُ مِنَ اللهِ وَأْكْثَرُ نَصْرَةً مِنْهُ فَإِنَّهُ لَمْ يَعْرُفْ اللهَ تَعَالَی  Maknanya adalah : barang siapa menduga ada penolong baginya yang lebih dekat dari Allah dan yang paling banyak menolong dari Allah, maka sesunggunya dia tidak mengenal Allah. (وَمَنْ تَوَهَّمَ عَدُوًّا أَعْدَی مِنْ نَفْسِهِ قَلَّتْ مَعْرِفَتُهُ بِنَفْس...

Yang Terpenting Bagi Ahli Ma'rifat

KITAB NASHAIHUL IBAD (Bagian 25) Karya Syaikh Nawawi Al Bantani ۝ YANG TERPENTING BAGI AHLI MA'RIFAT ۝ بسم الله الرحمن الرحيم قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَی (وَ) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ عَشَرَةً  Dan makalah yang ke 13 : (قِيْلَ هَمُّ الْعَارِفِ الثَّنَاءُ)  Dikatakan : Yang terpenting bagi ahli ma'rifat adalah pujian. أَيْ مُرَادُ الْعَارِفِ بِاللهِ الثَّنَاءُ عَلَی اللهِ تَعَالَی بِجَمِيْلِ صِفَاتِهِ  Maksudnya, yang dikehendaki ahli ma'rifat terhadap Allah adalah memuji Allah ta'ala dengan keindahan sifat-sifat Nya. (وَهَمُّ الزَّاهِدِ الدُّعَاءُ) Dan yang terpenting bagi orang yang zuhud adalah doa.  أَيْ مُرَادُ الْمُعْرِضِ عَنِ الزَّائِدِ قَدْرَ الْحَاجَةِ مِنَ الدُّنْيَا بِقَلْبِهِ الدُّعَاء وَهُوَ َتَضَرُّعُ إِلَی اللهِ تَعَالَی بِسُؤَالِ مَا عِنْدَهُ مِنَ الْخَيْرِ  Maksudnya, yang dikehendaki orang yang berpaling dari sesuatu yang berlebihan, hanya mengambil sekadar keperluan mendesak dari perkara dunia adalah doa, yaitu memohon dengan su...

Dosa Kecil Bisa Menjadi Dosa Besar Jika Dirutinkan

KITAB NASHAIHUL IBAD (Bagian 24) Karya Syaikh Nawawi Al Bantani ۝ DOSA KECIL BISA MENJADI DOSA BESAR JIKA DIRUTINKAN ۝ بسم الله الرحمن الرحيم قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَی (وَ) الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةُ عَشَرَةً  Dan makalah yang ke 12 : (عَنِ النَّبِيِّ صَلَّی اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَغِيْرَةَ مَعَ الْإِصْرَارِ)  Dari Nabi ﷺ : Tidak ada dosa kecil disertai ketetapan hati terus mengerjakan. فَإِنَّهَا بِالْمُوَاظَبَةِ عَلَيْهَا تَعَظَّمَ فَتَصِيْرُ كَبِيْرَةً وَأَيْضًا أَنَّهَا عَلَی عَزْمِ اسْتِدَامَتِهَا تَصِيْرُ كَبِيْرَةً فَإِنَّ نِيَّةَ الْمَرْأِ فِي الْمَعَاصِي كَانَتْ مَعْصِيَّةً  Sesungguhnya merutinkan dosa kecil membuatnya menjadi besar, maka jadilah dosa besar, dan juga rencana akan selalu mengerjakannya dapat menjadikan dosa kecil menjadi dosa besar. Sesungguhnya niat seseorang di dalam kemaksiatan adalah maksiat. (وَلَا كَبِيْرَةَ مَعَ الْاِسْتِغْفَارِ)  Dan tidak ada dosa besar disertai istighfar. أَيْ التَّوْبَةِ بِشُرُوْطِهَا فَإِن...